Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) menginisiasi program penghijauan dan penguatan ketahanan pangan di Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Program bertajuk "Penghijauan dan Penguatan Ketahanan Pangan melalui Kemitraan BPDAS, KKN, dan Desa Sambirejo" ini menyasar dua sasaran sekaligus: memperbaiki kualitas lingkungan dan mendorong pemanfaatan pekarangan rumah warga sebagai sumber pangan keluarga.
Program tersebut melibatkan sejumlah pihak, mulai dari mahasiswa KKN UNS, Pemerintah Desa Sambirejo, Kader Posyandu, masyarakat, hingga Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Bengawan Solo yang berkedudukan di Karanganyar, di bawah Kementerian Kehutanan. Dari kemitraan ini, sebanyak 200 bibit tanaman berhasil difasilitasi untuk mendukung kegiatan penghijauan dan pemanfaatan lahan warga.
Rangkaian kegiatan di Desa Sambirejo turut mendapat perhatian langsung dari pimpinan tertinggi Pemerintah Kabupaten Sragen dan UNS. Bupati Sragen Sigit Pamungkas, S.IP., M.A., bersama Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., beserta jajarannya, berkunjung langsung ke Desa Sambirejo dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan program KKN. Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi kedua pimpinan untuk melihat langsung capaian program, sekaligus memberikan arahan dan masukan bagi keberlanjutan kegiatan yang dijalankan mahasiswa bersama masyarakat.
Usai kegiatan monitoring dan evaluasi, kunjungan dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon secara bersama-sama di kawasan Embung Dewi Nawang Wulan. Bupati Sragen dan Rektor UNS turut turun langsung menanam bibit berdampingan dengan mahasiswa KKN, perangkat desa, dan warga setempat, sebagai simbol dukungan penuh terhadap program penghijauan yang diinisiasi mahasiswa KKN UNS. Sebanyak 20 bibit pohon Tabebuya ditanam di kawasan itu untuk mendukung konservasi air, menekan risiko erosi, sekaligus mempercantik ruang terbuka publik desa.
Program ini diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi Desa Sambirejo, baik dari sisi lingkungan maupun ketahanan pangan. Masyarakat juga didorong untuk lebih mandiri dalam memanfaatkan peluang kemitraan dengan instansi pemerintah, serta terus merawat bibit yang telah diterima agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Kirim Komentar